![]() |
| Sharing tukar pikiran dengan Dr. Ardi Aji(Staff kantor Wakil President RI ) |
![]() |
| Sedang mengerjakan tugas kantor sambil jaga buah Durian |
Di era modern ini dengan berbagai macam bentuk teknologi yang terus berkembang setiap hari menit bahkan detik, oleh sebab itu perlunya kita untuk segera membenahi diri dan menyiapkan diri serta meng-upgrade skill-skill baru yang mana skill ini mampu menyelesaikan masalah tersebut, seiring dengan perubahan zaman, perubahan waktu semakin canggih pula permasalahan yang dihadapi oleh manusia, begitu juga dengan sebaliknya bagaimana kita mendatangkan solusi-solusi dengan instan harus canggih. bekerja dengan jarak jauh atau biasa disebut dengan WFH ( working from home) atau di kenal juga dengan Remotely.
Bekerja dengan sistem jarak jauh a dalah sebuah solusi untuk menyelesaikan persoalan baru apalagi dengan adanya pandemi pada saat ini dimana bekerja di kantor sangat dibatasi kalau di negara tetangga seperti Malaysia 85% profesioanl yang bekerja dari kantor dialihkan ke WFH kalau di organisasi saya kami dan team sudah hampir 1,6 tahun WFH, bekerja dengan jarak jauh ataupun bekerja darimanapun adalah sebuah trend baru di mana kita harus Men Top Up skill-skill baru untuk mampu bertahan dan mampu bersaing.
Dalam abad 21 ini tantangan dunia semakin ketat disebapkan oleh Covid 19, muncul pula pertanyaan baru, Apakah bekerja dengan jarak jauh efektif atau tidak efektif? ini adalah sebuah tantangan sebagai seorang CEO di sebuah perusahaannya seorang Direktur dan kepala-kepala instansi didalam o organisasinya. bagi saya pendapat pribadi bekerja dari kantor maupun jarak jauh tidaklah menjadi sebuah persoalan yang terpenting adalah target yang di tetapkan oleh managament tercapai dengan kualitas Excellent.
Di zaman era modern ini kemampuan seorang CEO dan seluruh pimpinan instansi benar-benar sedang diuji, dalam keadaan dunia serta perekonomian normal tidak ada seorangpun yang mampu memberikan penilaian yang yang layak untuk diberikan kepada yang berprestasi, namun dengan adanya pandemi covid 19 ini adalah sebuah titik balik untuk menguji kemampuan Kepala pimpinan dan CEO dalam sebuah perusahaan dan dalam keadaan daruratlah akan ketahuan siapa yang mandi dilaut dalam keadaan telanjang ( Warrent Buppet).
Hampir semua Corporate yang ada di dunia ini benar-benar dalam keadaan darurat Jika seorang CEO tidak mampu menciptakan ide-ide kreatif dan terobosan baru Maka lambat laun perusahaan akan gulung tikar, Oleh sebab itu perlunya sebuah perusahaan atau organisasi manapun harus mampu menciptakan di mana bekerja tidak perlu lagi dari kantor akan tetapi bisa dikerjakan dimanapun dan kapanpun as long as an Internet there, yang terpenting adalah target yang di tetapkan tercapai. Ini adalah zaman office from anywhere and anyplace. Dalam pendapat sebagai seorang penulis timbul pertanyaan baru apakah bekerja dari manapun dan kapanpun baik dan sehat untuk kehidupan seorang profesional? atau malah sebaliknya bekerja dengan jarak jauh mengurangi produktivitas kerja. Ada beberapa pekerjaan seperti Sales & Marketing yang mana selama bisa dikerjakan di kantor namun Management mengizinkan untuk bekerja di rumah. Menyelesaikan pekerjaan sambil liburan atau sambil menikmati hobi seperti pergi ke kebun durian sambil nembak tupai sambil bekerja Ini adalah salah satu contoh bekerja sambil menikmati hobi dan ini akan menjadi trend baru di abad yang akan datang. Bagi saya untuk apa kita bekerja mati-matian di kantor sementara kita tidak menikmati hidup, ini adalah sebuah kesengsaraan sesungguhnya, kita dapat uang akan tetapi kita tidak Enjoy dengan kehidupan kita, ini adalah benar-benar sebuah kehidupan yang penuh sia-sia bagi anda pembaca artikel ini, Anda boleh setuju atau tidak, pilihanmu ada di tanganmu.
Covid-19 apapun profesionalnya seseorang dituntut untuk mampu bekerja dengan jarak jauh terlebih dari dia suka atau tidak suka, dia mau atau tidak mau namun ia terpaksa harus mampu beradaptasi, tidak seorang pun tau bagaimana tantangan seorang profesional bekerja pada abad-abad selanjutnya mungkin tantangan jauh lebih dahsyat lagi dari saat ini. ada beberapa profesional tidak efektif jika dikerjakan di di rumah misalkan sebagai seorang konten review atau sebagai seorang content management safety and trust digital dimana seseorang bekerja di kantor akan lebih efektif dibandingkan Remotely, dikarenakan dalam pekerjaan diperlukannya berdebat, berdiskusi dan berargumentasi sangat tidak efektif jika lewat online dengan bertemu langsung kita dapat kinesik (Body language) nya. I welcome you to the New Challenges 21 Century.
Untuk menunjang pekerjaan tersebut diatas serta untuk mendatangkan outcome yang berkualitas maka diperlukannya Infrastruktur jaringan telekomunikasi/Internet yang baik dan excellent jika tidak ada infrastruktur tersebut maka jangan berharap outcome. Baik dan buruknya kualitas kerja lewat WFH sangat bergantung erat kepa infrastruktur tersebut, dengan Internet “Transaksi lebih cepat, download lebih cepat, shopping online lebih cepat persis seperti jalan rusak VS jalan beraspal, Logistik cepat = uang lebih cepat bergerak = makin produktif. (Muhammad Agus Aufia Phd Candidate Jawaharlal Nehru University New Delhi India)
Muncul pertanyaan seorang penulis Bagaimana masyarakat Indonesia memahami internet? karena bagi saya internet ini adalah bagaikan sebuah pisau jika pisau tersebut diberikan kepada seseorang yang ahli dan mampu serta mengerti manfaatnya maka ia akan selamat, namun jika sebaliknya, internet dapat menyesatkan bahkan mematikan dia dalam keadaan hidup hidup.
Efek Negatif dari penggunaan internet sudah berapa banyak terjadinya pemerkosaan dan dan pelecehan seksual lainnya dilakukan oleh anak - anak dibawah umur bahkan ada masih duduk dibangku SD disebabkan salah menggunakan internet mereka mengakses Porno dan ada juga game online yang menjadi candu bagi mereka sehingga lupa belajar jika orang tua tidak mengawasinya ini sangat berbahaya. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak korban penipuan akibat tidak memahami keamanan data yang sembarangan unggah dan upload lewat Internet gratis dan Website scam/penipuan. Berangkat dari pengalaman pribadi saat tinggal di India untuk masuk Warnet dan membeli Kartu Hp harus menunjukkan tanda pengenal KTP atau pasport jika tida maka penjaga warnet tidak mengizinkan masuk dan jika beli kartu hp maka tidak bisa aktif tanpa dokumen sah, ini artinya Literasi Internet oleh Pemerintah India jauh lebih baik dari pemerintah Indonesia.
Kurangnya literasi dari provider penyedia jasa Telekomuniaksi internet bahkan dari Kementerian Komunikasi adalah akar terjadinya salah penggunaan Internet, rekomendasi saya perlunya pemerintah harus segera menerbitkan undang-undang kepada penyedia Telekomunikasi internet untuk Meng edukasi masyarakat mengenai internet tidak hanya menjual internet kepada masyarakat namun membiarkannya dalam kegelapan hal ini selaras dengan undang-undang Dasar 1945 dalam undang-undang tersebut apapun kegiatan yang dilakukan di Indonesia dibumi tanah air Indonesia harus bersifat Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

