OUR ACTIVITY IN MALAYSIA
Bukit Gasing Petaling Jaya Malaysia.
ketika suara itu berkumandang anak- anak berlarian pulang ke rumah masing- masing. Langit yang tadinya berwarna biru dan putih kita berganti menjadi orange. Tak terasa hari ini telah berlalu tapi kenangan dan pengalaman yang didapat tetap dikenang sepanjang masa.
Hari ini adalah hari terakhir ujian di SDN 3
kuyu Alus. Tak banyak yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, semua murid mengerjakan lembaran jawaban dengan teliti dan penuh kesungguhan. Anak-anak bersaing mendapatkan juara di kelas dengan syarat memperoleh nilai 3 tertinggi di setiap kelas. Aminah adalah salah satu murid di sekolah ini, setiap hari ia berangkat dari rumah ke sekolah dengan berjalanan kaki lebih kurang satu kilometer.
Seminggu berlalu, besok adalah hari yang sangat menengangkan dan paling ditunggu- tunggu; karena rapot akan dibagikan di sekolah. Pembagian raport dihadiri oleh seluruh wali murid untuk menerima hasil ajaran tahun ini.
Mak, bapak dimana? “Aminah lari dengan nafas terengah- engah”.
Bapak mu belum pulang nak dari sawah, mungkin setengah jam lagi, “sahut ibu pelan”.
Mak, hari ini pembagian rapot di sekolah, Aminah takut bapak yang datang ngambil rapot. Aminah dengan nada memelas.
“ tidak apa nak, apapun hasil yang kamu peroleh mamak tetap bangga punya anak seperti kamu”.
“ iya mak, tapi...”.
“ sudahlah nak, mamak udah lihat usaha mu selama ini, untuk hasil nya serahkan pada Allah”. Sambil memeluk anaknya.
(Pengumuman juara kelas tahun ini, untuk kelas 5 dengan perolehan nilai rata-rata 90,3 diraih oleh anak kita... Aminah).
suara itu begitu jelas di dengar oleh Aminah, ia yang dari tadi tertunduk lesu menunggu pembacaan hasil.
Alhamdulillah ya Allah, kau berikan kepercayaan untuk hamba meraih juara 3. “Aminah menyeka air matanya yang berkaca- kaca”.
( Diumumkan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi universitas Al-Azhar, bahwa ujian termin satu akan dimulai tanggal 16 Desember 2019. Diharapkan agar tetap menjaga kesehatan dan belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa berdo’a.
Ttd : KBRI Kairo
Fauzan Akbar).
Pengumuman ujian sudah di sebar keseluruh media sosial dan juga mading di kuliah dipenuhi pamplet jadwal ujian.
Nah, kamu udah sampai mana baca diktat kuliahnya? “Tanya Ayu penasaran”.
Masih belum siap seratus persen Yu, ini pelajaran Hadist dari kemarin ku hafal gak kelar- kelar.” Sambil membolak balik halaman bukunya.
Ya elah Nah, kamu udah mulai hafal aku belum tandai judul apa aja yang masuk ujian.” Sambil garuk kepala”.
Iya udah Yu semangat ya, dan saling mendoakan.
Aamiin najjah nya ya rabb.” Sahut Ayu penuh khidmat”.
Masa ujian di Azhar adalah masa yang paling menengangkan bagj seluruh mahasiwa, dari mulai bis, masjid, kantin, semua dipenuhi mahasiswa yang akan menghadapi ujian. Bahkan ada yang sambil makan tak lepas dari buku. Ujian di Azhar memang berbeda dari yang lain, kenaikan tingkat ditentukan oleh nilai di ujian seratus persen; karena di Azhar tidak ada yang namanya nilai makalah, kehadiran, apalagi nilai kasih sayang. Sistem kuliah di Azhar memang unik mulai dari tidak ada absen di kuliah, bahkan pemeriksaan soal masih secara manual. Walaupun begitu penilaian di Azhar terkenal tidak pandang bulu; karena lembar jawaban ujian menggunakan angka sebagai pengenal bukan nama, maka tak heran tidak ada dosen yang pilih kasih walaupun itu anaknya sendiri.
Nah, bek lale hanjeut kali nyo telat- telat.” desak remi yang dari tadi udah menunggu”.
Bereh buk, siat beuh lon jak kamar mandi.” Sahut Aminah sambil ketawa.
Inahhh!!! “ teriak remi yang udah putus asa. “ ana hitung sampai sepuluh yaa”.
Geut buk”. Aminah berlari secepat mungkin tanpa tidak sengaja menyenggol Dea yang sedang berdandan.
Inah, kamu senggol ni lipstik aku jadi gak rapi Kan .” Aminah ketawa terkekeh melihat bibir Dea yang membentuk huruf bulan purnama di bibirnya”
Maaf Dea, lage meuah beuh, ana terburu- buru. Pakei vaseline aja Dea kan lebih sehat. “ Aminah merayu Dea yang sedang merajuk”.
Hana lagak pake vaseline, pucat that. “ sahut Dea yang memperbaiki lipstiknya”.
Semua berjalan dengan cepat seakan tak ada penghalang di jalan, bagai burung yang mengepakkan sayapnya. Aminah dan Remi bergegas ke ruang ujian.
Remi, kamu ada bawa pulpel berapa? “ tanya Aminah memelas”.
Ada ni dua, besok- besok telat lagi yaa biar lupa sekalian kalau ada ujian.” Sambil ketawa”.
Afwan lah, besok tepat waktu in sya allah. “Sahut Aminah cengingiran”.
Aminah memilih bangku dekat pengawas; agar memudahkan bertanya kalau ada soal yang gak jelas.
Akhadzi awraq ya bunayyati? ( kamu sudah ambil kertasnya anakku) “. Dosen menoleh ke arah aminah”
Na’am ya dukturah, syukran. (sudah bu dosen, terima kasih).
Aminah mulai berdo’a semoga Allah mudahkan ujiannya. Ia mengisi biodata di halaman pertama dengan hati- hati tanpa menghiraukan suara para pengawas yang berteriak, memastikan semua mendapat biodata dan soal beserta lembar jawaban.
Ya Allah apa ni soalnya, kok susah kali. Yang ini lagi kayak gak terbayang sedikitpun materinya di diktat kuliah.” Gerutu Aminah”.
Aminah mulai mengisi jawaban yang dianggap mudah, tapi kini matanya terbelalak melihat soal yang disuruh melengkapi jawaban yang kosong.
Ya Allah aku belum hafal lagi yang ini. “ Aminah menangis karena gak bisa jawab soal”.
Remi yang melihat Aminah menangis segera berbisik. Tapi bukan jawaban yang dikasih ia bilang “ tawakkal aja Nah” .
Seketika Aminah teringat pesan ibunya 8 tahun yang lalu, walaupun kini raganya tak dapat dilihat lagi, tapi petuah- petuahnya tetap kekal sampai akhir hayat.
“ kamu sudah berusaha, hasilnya Allah yang tentukan”.
Kata- kata itu seperti bensin yang siap membakar jiwa kekhawatiran nya, ia bagaikan air yang memberikan kesejukan disaat kehausan, dan Membangkitkan jiwa yang lemah, kini berubah menjadi superhero yang tak terkalahkan.
Ia menyeka air matanya dengan tisu, tak ingin teman- temannya melihatnya.
Teng- teng khalas ya bunayyati al-waqt intaha (sudah ya anakku waktu sudah habis)
Suara itu terdengar ke setiap ruangan, menandakan ujian hari ini sudah selesai. Aminah beserta mahasiswi yang lain mengumpulkan lembar jawabannya ke pengawas dengan tertib.
Satu persatu Aminah dengan jeli mencari namanya di madding kuliah, ia mencari hasil ujian termin satu ini. Hasil ujian memang ditempel di kuliah, jadi tidak ada privasi soal nilai. Ada yang mencoret namanya di kertas mading agar tidak diketahui orang lain, dan yang paling parahnya ada yang merobek nilainya karena belum sanggup menerima kenyataan.
Alhamdulillah ya Allah, Aminah bersyukur masih diberi nilai maqbul ( cukup) dalam mata pelajaran hadist.
Aminah memang sudah berusaha semampunya, tapi soal -soal di Azhar memang tidak bisa ditebak mana yang akan diujikan.
“ kalau mau dapat nilai mumtaz ( sempurna) di mata pelajaran, maka harus pahami dan hafal dari kulit ke kulit ketika ujian”.
Kata- kata itu benar terbukti sekarang, Aminah yang baru pertama kali mengikuti ujian di Azhar tahun ini belum ada pengalaman. Ia bertekad akan lebih semangat dan bersungguh-sungguh lagi belajar di termin dua.
TAMAT.
Penulis : Ibnatul Mardiah
![]() |
| Sharing tukar pikiran dengan Dr. Ardi Aji(Staff kantor Wakil President RI ) |
![]() |
| Sedang mengerjakan tugas kantor sambil jaga buah Durian |
Di era modern ini dengan berbagai macam bentuk teknologi yang terus berkembang setiap hari menit bahkan detik, oleh sebab itu perlunya kita untuk segera membenahi diri dan menyiapkan diri serta meng-upgrade skill-skill baru yang mana skill ini mampu menyelesaikan masalah tersebut, seiring dengan perubahan zaman, perubahan waktu semakin canggih pula permasalahan yang dihadapi oleh manusia, begitu juga dengan sebaliknya bagaimana kita mendatangkan solusi-solusi dengan instan harus canggih. bekerja dengan jarak jauh atau biasa disebut dengan WFH ( working from home) atau di kenal juga dengan Remotely.
Bekerja dengan sistem jarak jauh a dalah sebuah solusi untuk menyelesaikan persoalan baru apalagi dengan adanya pandemi pada saat ini dimana bekerja di kantor sangat dibatasi kalau di negara tetangga seperti Malaysia 85% profesioanl yang bekerja dari kantor dialihkan ke WFH kalau di organisasi saya kami dan team sudah hampir 1,6 tahun WFH, bekerja dengan jarak jauh ataupun bekerja darimanapun adalah sebuah trend baru di mana kita harus Men Top Up skill-skill baru untuk mampu bertahan dan mampu bersaing.
Dalam abad 21 ini tantangan dunia semakin ketat disebapkan oleh Covid 19, muncul pula pertanyaan baru, Apakah bekerja dengan jarak jauh efektif atau tidak efektif? ini adalah sebuah tantangan sebagai seorang CEO di sebuah perusahaannya seorang Direktur dan kepala-kepala instansi didalam o organisasinya. bagi saya pendapat pribadi bekerja dari kantor maupun jarak jauh tidaklah menjadi sebuah persoalan yang terpenting adalah target yang di tetapkan oleh managament tercapai dengan kualitas Excellent.
Di zaman era modern ini kemampuan seorang CEO dan seluruh pimpinan instansi benar-benar sedang diuji, dalam keadaan dunia serta perekonomian normal tidak ada seorangpun yang mampu memberikan penilaian yang yang layak untuk diberikan kepada yang berprestasi, namun dengan adanya pandemi covid 19 ini adalah sebuah titik balik untuk menguji kemampuan Kepala pimpinan dan CEO dalam sebuah perusahaan dan dalam keadaan daruratlah akan ketahuan siapa yang mandi dilaut dalam keadaan telanjang ( Warrent Buppet).
Hampir semua Corporate yang ada di dunia ini benar-benar dalam keadaan darurat Jika seorang CEO tidak mampu menciptakan ide-ide kreatif dan terobosan baru Maka lambat laun perusahaan akan gulung tikar, Oleh sebab itu perlunya sebuah perusahaan atau organisasi manapun harus mampu menciptakan di mana bekerja tidak perlu lagi dari kantor akan tetapi bisa dikerjakan dimanapun dan kapanpun as long as an Internet there, yang terpenting adalah target yang di tetapkan tercapai. Ini adalah zaman office from anywhere and anyplace. Dalam pendapat sebagai seorang penulis timbul pertanyaan baru apakah bekerja dari manapun dan kapanpun baik dan sehat untuk kehidupan seorang profesional? atau malah sebaliknya bekerja dengan jarak jauh mengurangi produktivitas kerja. Ada beberapa pekerjaan seperti Sales & Marketing yang mana selama bisa dikerjakan di kantor namun Management mengizinkan untuk bekerja di rumah. Menyelesaikan pekerjaan sambil liburan atau sambil menikmati hobi seperti pergi ke kebun durian sambil nembak tupai sambil bekerja Ini adalah salah satu contoh bekerja sambil menikmati hobi dan ini akan menjadi trend baru di abad yang akan datang. Bagi saya untuk apa kita bekerja mati-matian di kantor sementara kita tidak menikmati hidup, ini adalah sebuah kesengsaraan sesungguhnya, kita dapat uang akan tetapi kita tidak Enjoy dengan kehidupan kita, ini adalah benar-benar sebuah kehidupan yang penuh sia-sia bagi anda pembaca artikel ini, Anda boleh setuju atau tidak, pilihanmu ada di tanganmu.
Covid-19 apapun profesionalnya seseorang dituntut untuk mampu bekerja dengan jarak jauh terlebih dari dia suka atau tidak suka, dia mau atau tidak mau namun ia terpaksa harus mampu beradaptasi, tidak seorang pun tau bagaimana tantangan seorang profesional bekerja pada abad-abad selanjutnya mungkin tantangan jauh lebih dahsyat lagi dari saat ini. ada beberapa profesional tidak efektif jika dikerjakan di di rumah misalkan sebagai seorang konten review atau sebagai seorang content management safety and trust digital dimana seseorang bekerja di kantor akan lebih efektif dibandingkan Remotely, dikarenakan dalam pekerjaan diperlukannya berdebat, berdiskusi dan berargumentasi sangat tidak efektif jika lewat online dengan bertemu langsung kita dapat kinesik (Body language) nya. I welcome you to the New Challenges 21 Century.
Untuk menunjang pekerjaan tersebut diatas serta untuk mendatangkan outcome yang berkualitas maka diperlukannya Infrastruktur jaringan telekomunikasi/Internet yang baik dan excellent jika tidak ada infrastruktur tersebut maka jangan berharap outcome. Baik dan buruknya kualitas kerja lewat WFH sangat bergantung erat kepa infrastruktur tersebut, dengan Internet “Transaksi lebih cepat, download lebih cepat, shopping online lebih cepat persis seperti jalan rusak VS jalan beraspal, Logistik cepat = uang lebih cepat bergerak = makin produktif. (Muhammad Agus Aufia Phd Candidate Jawaharlal Nehru University New Delhi India)
Muncul pertanyaan seorang penulis Bagaimana masyarakat Indonesia memahami internet? karena bagi saya internet ini adalah bagaikan sebuah pisau jika pisau tersebut diberikan kepada seseorang yang ahli dan mampu serta mengerti manfaatnya maka ia akan selamat, namun jika sebaliknya, internet dapat menyesatkan bahkan mematikan dia dalam keadaan hidup hidup.
Efek Negatif dari penggunaan internet sudah berapa banyak terjadinya pemerkosaan dan dan pelecehan seksual lainnya dilakukan oleh anak - anak dibawah umur bahkan ada masih duduk dibangku SD disebabkan salah menggunakan internet mereka mengakses Porno dan ada juga game online yang menjadi candu bagi mereka sehingga lupa belajar jika orang tua tidak mengawasinya ini sangat berbahaya. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak korban penipuan akibat tidak memahami keamanan data yang sembarangan unggah dan upload lewat Internet gratis dan Website scam/penipuan. Berangkat dari pengalaman pribadi saat tinggal di India untuk masuk Warnet dan membeli Kartu Hp harus menunjukkan tanda pengenal KTP atau pasport jika tida maka penjaga warnet tidak mengizinkan masuk dan jika beli kartu hp maka tidak bisa aktif tanpa dokumen sah, ini artinya Literasi Internet oleh Pemerintah India jauh lebih baik dari pemerintah Indonesia.
Kurangnya literasi dari provider penyedia jasa Telekomuniaksi internet bahkan dari Kementerian Komunikasi adalah akar terjadinya salah penggunaan Internet, rekomendasi saya perlunya pemerintah harus segera menerbitkan undang-undang kepada penyedia Telekomunikasi internet untuk Meng edukasi masyarakat mengenai internet tidak hanya menjual internet kepada masyarakat namun membiarkannya dalam kegelapan hal ini selaras dengan undang-undang Dasar 1945 dalam undang-undang tersebut apapun kegiatan yang dilakukan di Indonesia dibumi tanah air Indonesia harus bersifat Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.