Saturday, 13 November 2021

PETUAH DARI IBU

 Allahu akbar allahu akbar  

ketika suara itu berkumandang anak- anak berlarian pulang ke rumah masing- masing. Langit yang tadinya berwarna biru dan putih kita berganti menjadi orange. Tak terasa hari ini telah berlalu tapi kenangan dan pengalaman yang didapat tetap dikenang sepanjang masa. 

 

Hari ini adalah hari terakhir ujian di SDN 3
kuyu Alus. Tak banyak yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, semua murid mengerjakan lembaran jawaban dengan teliti dan penuh kesungguhan. Anak-anak bersaing mendapatkan juara di kelas dengan syarat memperoleh nilai 3 tertinggi di setiap kelas. Aminah adalah salah satu murid di sekolah ini, setiap hari ia berangkat dari rumah ke sekolah dengan berjalanan kaki lebih kurang satu kilometer. 


Seminggu berlalu,  besok adalah hari yang sangat menengangkan dan paling ditunggu- tunggu; karena rapot akan dibagikan di sekolah. Pembagian raport dihadiri oleh seluruh wali murid untuk menerima hasil ajaran tahun ini. 


Mak, bapak dimana? “Aminah lari dengan nafas terengah- engah”.  

Bapak mu belum pulang nak dari sawah, mungkin setengah jam lagi,  “sahut ibu pelan”. 

Mak, hari ini pembagian rapot di sekolah, Aminah takut bapak yang datang ngambil rapot. Aminah dengan nada memelas. 

“ tidak apa nak, apapun hasil yang kamu peroleh mamak tetap bangga punya anak seperti kamu”. 

“ iya mak, tapi...”. 

“ sudahlah nak, mamak udah lihat usaha mu selama ini, untuk hasil nya serahkan pada Allah”. Sambil memeluk anaknya. 

(Pengumuman juara kelas tahun ini, untuk kelas 5 dengan perolehan nilai rata-rata 90,3 diraih oleh anak kita... Aminah).  

suara itu begitu jelas di dengar oleh Aminah, ia  yang dari tadi tertunduk lesu menunggu pembacaan hasil. 

Alhamdulillah ya Allah, kau berikan kepercayaan untuk hamba meraih juara 3. “Aminah menyeka air matanya yang berkaca- kaca”. 



8 tahun belalu 

( Diumumkan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi universitas  Al-Azhar, bahwa ujian termin satu akan dimulai tanggal 16 Desember 2019. Diharapkan agar tetap menjaga kesehatan dan belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa berdo’a. 

Ttd : KBRI Kairo 

Fauzan Akbar). 

Pengumuman ujian sudah di sebar keseluruh media sosial dan juga mading di kuliah dipenuhi pamplet jadwal ujian. 

Nah, kamu udah sampai mana baca diktat kuliahnya? “Tanya Ayu penasaran”. 

Masih belum siap seratus persen Yu, ini pelajaran Hadist dari kemarin ku hafal gak kelar- kelar.” Sambil membolak balik halaman bukunya. 

Ya elah Nah, kamu udah mulai hafal aku belum tandai judul apa aja yang masuk ujian.” Sambil garuk kepala”. 

Iya udah Yu semangat ya, dan saling mendoakan.  

Aamiin najjah nya ya rabb.” Sahut Ayu penuh khidmat”. 

Masa ujian di Azhar adalah masa yang paling menengangkan  bagj seluruh mahasiwa, dari mulai bis, masjid, kantin,  semua dipenuhi mahasiswa yang akan menghadapi ujian.  Bahkan ada yang sambil makan tak lepas dari buku. Ujian di Azhar memang berbeda dari yang lain, kenaikan tingkat ditentukan oleh nilai di ujian seratus persen; karena di Azhar tidak ada yang namanya nilai makalah, kehadiran, apalagi nilai kasih sayang. Sistem kuliah di Azhar memang unik mulai dari tidak ada absen di kuliah, bahkan pemeriksaan soal masih secara manual. Walaupun begitu penilaian di Azhar terkenal tidak pandang bulu; karena lembar jawaban ujian menggunakan angka sebagai pengenal bukan nama, maka tak heran tidak ada dosen yang pilih kasih walaupun itu anaknya sendiri. 

Nah, bek lale hanjeut kali nyo telat- telat.” desak remi yang dari tadi udah menunggu”. 

Bereh buk, siat beuh lon jak kamar mandi.” Sahut Aminah sambil ketawa. 

Inahhh!!!  “ teriak remi yang udah putus asa. “ ana hitung sampai sepuluh yaa”. 

Geut buk”. Aminah berlari secepat mungkin tanpa tidak sengaja menyenggol Dea yang sedang berdandan. 

Inah, kamu senggol ni lipstik aku jadi gak rapi Kan  .” Aminah ketawa terkekeh melihat bibir Dea yang membentuk huruf bulan purnama  di bibirnya”  

Maaf Dea,  lage meuah beuh, ana terburu- buru. Pakei vaseline aja Dea kan lebih sehat. “ Aminah merayu Dea yang sedang merajuk”.  

Hana lagak pake vaseline, pucat that. “ sahut Dea yang memperbaiki lipstiknya”. 


2 jam kemudian 

Semua berjalan dengan cepat seakan tak ada penghalang di jalan,  bagai burung yang mengepakkan sayapnya. Aminah dan Remi bergegas ke ruang ujian. 

Remi, kamu ada bawa pulpel berapa? “ tanya Aminah memelas”. 

Ada ni dua, besok- besok telat lagi yaa biar lupa sekalian kalau ada ujian.” Sambil ketawa”.

Afwan lah, besok tepat waktu in sya allah. “Sahut Aminah cengingiran”. 

Aminah memilih bangku dekat pengawas; agar memudahkan bertanya kalau ada soal yang gak jelas. 

Akhadzi awraq ya bunayyati? (  kamu sudah ambil kertasnya anakku) “. Dosen menoleh ke arah aminah” 

Na’am ya dukturah, syukran. (sudah bu dosen, terima kasih). 

Aminah mulai berdo’a semoga Allah mudahkan ujiannya. Ia mengisi biodata di halaman pertama dengan hati- hati tanpa menghiraukan suara para pengawas yang berteriak,  memastikan semua mendapat biodata dan soal beserta lembar jawaban. 

Ya Allah apa ni soalnya, kok susah kali. Yang ini lagi kayak gak terbayang sedikitpun materinya di diktat kuliah.” Gerutu Aminah”. 

 Aminah mulai mengisi jawaban yang dianggap mudah, tapi kini matanya terbelalak melihat soal yang disuruh melengkapi jawaban yang kosong. 

Ya Allah aku belum hafal lagi yang ini. “ Aminah menangis karena gak bisa jawab soal”.  

Remi yang melihat Aminah menangis segera berbisik. Tapi bukan jawaban yang dikasih ia bilang “ tawakkal aja Nah” . 

Seketika Aminah teringat pesan ibunya 8 tahun yang lalu, walaupun kini raganya tak dapat dilihat lagi, tapi petuah- petuahnya tetap kekal sampai akhir hayat. 

“ kamu sudah berusaha, hasilnya Allah yang tentukan”. 

Kata- kata itu  seperti bensin yang siap membakar jiwa kekhawatiran nya, ia bagaikan air yang memberikan kesejukan disaat kehausan, dan Membangkitkan jiwa yang lemah, kini berubah menjadi superhero yang tak terkalahkan. 

Ia menyeka air matanya dengan tisu, tak ingin teman- temannya melihatnya. 

 

Teng- teng   khalas ya bunayyati  al-waqt intaha  (sudah ya anakku waktu sudah habis

Suara itu terdengar ke setiap ruangan, menandakan ujian hari ini sudah selesai. Aminah beserta mahasiswi yang lain mengumpulkan lembar jawabannya ke pengawas dengan tertib. 


1 bulan berlalu 

Satu persatu Aminah dengan jeli mencari namanya di madding kuliah, ia mencari hasil ujian termin satu ini. Hasil ujian memang ditempel di kuliah, jadi tidak ada privasi soal nilai. Ada yang mencoret namanya di kertas mading agar tidak diketahui orang lain,  dan yang paling parahnya ada yang merobek nilainya karena belum sanggup menerima kenyataan. 

Alhamdulillah ya Allah, Aminah bersyukur masih diberi nilai maqbul ( cukup) dalam mata pelajaran hadist. 

 Aminah memang sudah berusaha semampunya, tapi  soal -soal di Azhar memang tidak bisa ditebak mana yang akan diujikan. 


Ia teringat 3 tahun dulu ketika di pondok ada ustadz alumni Azhar bilang:  

“ kalau mau dapat nilai  mumtaz ( sempurna)  di mata pelajaran, maka harus pahami dan hafal dari kulit ke kulit ketika ujian”. 

Kata- kata itu benar terbukti sekarang, Aminah yang baru pertama kali mengikuti ujian di Azhar tahun ini belum ada pengalaman. Ia bertekad  akan lebih semangat dan  bersungguh-sungguh lagi belajar di termin dua. 

        TAMAT. 

Penulis : Ibnatul Mardiah
 

No comments:

Post a Comment

MALAYSIA

 OUR ACTIVITY IN MALAYSIA Bukit Gasing Petaling Jaya Malaysia.